Senin, 09 Desember 2013

Ini Alasannya Rokok sangat berbahaya bagi Tubuh

Menurut data WHO, satu juta manusia pertahun di dunia yang meninggal
karena merokok dan 95% diantaranya disebabkan oleh karena kanker paru dan
merokok. Kematian karena kanker paru, 50% terjadi pada perokok pasif seperti
janin dalam kandungan ibu perokok, anak-anak dari orang tua perokok dan orang
dewasa bukan perokok yang berada dalam lingkungan perokok (Sumintari,
1997:2).



Pada umumnya mereka tidak menghiraukan pengaruh negatif yang
ditimbulkan oleh kebiasaan merokok tersebut. Dunia kesehatan secara jelas
menyatakan bahwa rokok memberikan dampak negatif yang luas bagi kesehatan
dengan meningkatkan angka kesakitan, kematian serta penderitaan umat manusia
(Sumintari, 1997:2)

Ketagihan dalam mengisap rokok disebabkan karena kandungan nikotin
dan tar membuat seseorang itu susah untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini.
Pihak perusahaan biasanya tidak mencantumkan bahan-bahan yang terkandung
dalam produk mereka. Tetapi melalui penelitian dipercayai lebih 4.000 bahan
kimia yang terkandung dalam rokok dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan
berbahaya bagi tubuh, salah satunya adalah toksik (Suharjo, 2003:2). Tar, karbon
monoksida dan nikotin adalah tiga komposisi utama dalam asap rokok yang
mengancam kesehatan terutama melalui pertukaran gas atau sistem
cardiovascular (Pelita Brunai, 2005:2). Penggunaan nikotin dalam dosis yang
rendah dapat menyebabkan eksitasi yang dirasakan sebagai kenikmatan, tetapi
pada dosisi yang tinggi menyebabkan inhibisi setelah eksitasi sepintas yang
mendorong perokok ingin terus merokok (Sumintari, 1977:2 ). Dengan adanya gangguan-gangguan pada metabolisme sel serta sistem cardiovascular mempunyai efek terhadap kesehatan serta kondisi fisik yang semakin lama semakin menurun. Apabila setiap hari kita menghisap gas Co maka jalan nafas sari pembuluh darah terhambat, sehingga karbon monoksida lebih mudah terikat pada hemoglobin dari pada oksigen (Nusaindah; 2005:2 ).

Haemoglobin mengikat Co 250 kali lebih mudah dibandingkan mengikat dengan
O2. Supaya tubuh kita sehat maka ikatan oksigen dan haemoglobin harus
lebih banyak agar dapat meningkatkan kemampuan aerobik. Co banyak, maka
akan semakin berkurang daya angkut bagi oksigen dan orang dapat meninggal
dunia karena keracunan Co, namun pengaruh Co yang dihirup oleh perokok
dengan sedikit demi sedikit dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif
pada jalan nafas dan pembuluh darah.

Asap rokok dapat mengakibatkan batuk yang kuat dan berlebih (chronic
bronchitis) dan apabila berterusan, alveoli dalam paru-paru mengembang dan
kurang elastik, mengakibatkan penyerapan oksigen dan pengeluaran karbon
dioksida menjadi terhambat. Jika seseorang itu perokok maka pasokan oksigen
akan lebih sedikit dibandingkan Co sehingga bisa menyebabkan terjadinya
pernafasan yang terengah-engah. Selama seseorang melakukan aktivitas yang
berat, maka tubuh mungkin akan memerlukan oksigen sebanyak 20 kali dari
normal. Tetapi karena peningkatan curah jantung, maka waktu yang dibutuhkan
untuk menetapnya darah di dalam kapiler sangat berkurang (Guyton,1976 :29).
Rokok memang mempunyai pengaruh yang sangat buruk terhadap
kesehatan serta kemampuan aerobik. Tapi dari individu tersebut belum ada kesadaran untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar